Saturday, November 10, 2012

ASKEP Pioderma




Pioderma berasal dari kata pio dan derma. Pio berarti nanah, dan derma berarti kulit, dengan kata lain artinya kulit bernanah. Dalam definisi di literatur pioderma adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh staphylococcus aureus atau streptococcus beta hemoliticus. Infeksi pada kulit ini dapat bersifat superfisial (hanya sebatas di epidermis) atau profunda (lebih dalam mencapai dermis). 
Jenis infeksi superfisial contohnya seperti, impetigo nonbulosa, impetigo bulosa, ektima, folikulitis, furunkel, dan karbunkel. Jenis infeksi profunda adalah selulitis, erisipelas, flegmon, abses multiple kelenjar keringat, hidradenitis.
Pioderma dapat berupa infeksi primer dan infeksi sekunder. Penyakit kulit yang disertai pioderma sekunder disebut impetiginisata. Tandanya adalah pus, pustul, bula purulen.  


Pioderma merupakan penyakit yang paling sering dijumpai. Penyakit ini berhubungan erat dengan keadaan social ekonomi. Tidak ada ras tertentu yang cenderung terkena pioderma. Pioderma dapat menyerang laki-laki maupun perempuan pada semua usia.


Etiologinya kebanyakan oleh  Staphylococcus aureus, merupakan sel-sel berbentuk bola atau coccus Gram positif yang berpasangan berempat dan berkelompok. Staphylococcus aureus merupakan bentuk koagulase positif, ini yang membedakannya dari spesies lain, dan merupakan patogen utama bagi manusia. Pada Staphylococcus koagulase negatif merupakan flora normal manusia. Staphylococcus menghasilkan katalase yang membedakannya dengan streptococcus.


Banyak hal yang mempengaruhi seseorang sampai terjadinya pioderma antara lain faktor host, agent, dan lingkungan seperti yang telah dipaparkan diatas dimana adanya ketidakseimbangan antara ketiga faktor tersebut. Staphylococcus mengandung polisakarida dan protein yang bersifat antigen yang merupakan substansi penting di dalam struktur dinding sel Peptidoglikan, suatu polimer polisakarida yang mengandung subunit-subunit yang terangkai, merupakan eksoskeleton kaku pada dinding sel. Peptidoglikan dihancurkan oleh asam kuat atau lisozim. Hal ini merupakan penting dalam potogenitas infeksi : zat ini menyebabkan monosit membuat interleukin-1 (pirogen endogen) dan antibodi opsonik, dan zat ini juga menjadi zat kimia penarik (kemotraktan) untuk leukosit polimorfonuklear, mempunyai aktifitas mirip endotoksin, mengaktifkan komplement.
Patologi prototipe lesi staphylococcus adalah furunkel atau abses setempat lainnya. Kelompok-kelompok S. aureus yang tinggal dalam folikel rambut menimbulkan nekrosis jaringan. Koagulase dihasilkan dan mengkoagulasi fibrin disekitar lesi dan didalam saluran getah bening, mengakibatkan pembentukan dinding yang membatasi proses dan diperkuat oleh penumpukan sel radang dan kemudian jaringan fibrosis. Di tengah-tengah lesi, terjadi pencairan jaringan nekrotik (dibantu oleh hipersensitivitas tipe lambat) dan abses mengarah pada daerah yang daya tahannya paling kecil, setelah jaringan nekrotik mengalir keluar, rongga secara perlahan-lahan diisi dengan jaringan granulasi dan akhirnya sembuh.



Terlampir




Impetigo ada 2, yaitu :
1)      Impetigo krustosa/kontagiosa (istilah awamnya, cacar madu) merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Ciri-cirinya, yaitu kemerahan kulit dan lepuh yang cepat memecah sehingga meninggalkan keropeng tebal warna kuning serupa madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya.
2)      Impetigo bulosa/vesiko bulosa (cacar monyet atau cacar api) yang sering terjadi di ketiak, dada, dan punggung. Ciri-cirinya yaitu kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (seperti kulit yang tersundut rokok hingga dikenal dengan cacar api), berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kelainan ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.


Umumnya baik, asalkan mendapatkan penanganan yang adekuat dan faktor penyebab dapat dihilangkan, dan prognosis menjadi kurang baik bila terjadi komplikasi.


1)      Penisilin G prokain dan semisintetiknya
a)      Penisilin G prokain,
Dosisnya 1,2 juta/ hari, I.M. Dosis anak 10000 unit/kgBB/hari. Penisilin merupakan obat pilihan (drug of choice), walaupun di rumah sakit kota-kota besar perlu dipertimbangkan kemungkinan adanya resistensi. Obat ini tidak dipakai lagi karena tidak praktis, diberikan IM dengan dosis tinggi, dan semakin sering terjadi syok anafilaktik.
b)         Ampisilin
Dosisnya 4x500 mg, diberikan 1 jam sebelum makan. Dosis anak 50-100mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis.
c)         Amoksisilin
Dosisnya sama dengan ampsilin, dosis anak 25-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis. Kelebihannya lebih praktis karena dapat diberikan setelah makan. Juga cepat absorbsi dibandingkan dengan ampisilin sehingga konsentrasi dalam plasma lebih tinggi.
d)      Golongan obat penisilin resisten-penisilinase
Yang termasuk golongan obat ini, contohnya: oksasilin, dikloksasilin, flukloksasilin. Dosis kloksasilin 3 x 250 mg/hari sebelum makan. Dosis flukloksasilin untuk anak-anak adalah 6,25-11,25 mg/kgBB/hari dibagidalam 4 dosis.

2)      Linkomisin dan Klindamisin
Dosis linkomisin 3 x 500 mg sehari. Klindamisin diabsorbsi lebih baik karena itu dosisnya lebih kecil, yakni 4 x 300-450 mg sehari. Dosis linkomisin untuk anak yaitu 30-60 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis, sedangkan klindamisin 8-16 mg/kgBB/hari atau sapai 20 mg/kgBB/hari pada infeksi berat, dibagi dalam 3-4 dosis. Obat ini efektif untuk pioderma disamping golongan obat penisilin resisten-penisilinase. Efek samping yang disebut di kepustakaan berupa colitis pseudomembranosa, belum pernah ditemukan. Linkomisin gar tidak dipakai lagi dan diganti dengan klindamisin karena potensi antibakterialnya lebih besar, efek sampingnya lebih sedikit, pada pemberian pe oral tidak terlalu dihambat oleh adanya makanan dalam lambung.

3)      Eritromisin
Dosisnya 4x 500 mg sehari per os. Efektivitasnya kurang dibandingkan dengan linkomisin/klindamisin dan obat golongan resisten-penisilinase. Sering member rasa tak enak dilambung. Dosis linkomisin untuk anak yaitu 30-5mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis.

4)      Sefalosporin
Pada pioderma yang berat atau yang tidak member respon dengan obat-obatan tersebut diatas, dapat dipakai sefalosporin. Ada 4 generasi yang berkhasiat untuk kuman positif-gram ialah generasi I, juga generasi IV. Contohya sefadroksil dari generasi I dengan dosis untuk orang dewasa2 x 500 m sehari atau 2 x 1000 mg sehari (per oral), sedangkan dosis untuk anak 25-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis.

b.       Topikal
Bermacam-macam obat topikal dapat digunakan untuk pengboatan pioderma. Obat topical anti mikrobial hendaknya yang tidak dipakai secara sistemik agar kelak tidak terjadi resistensi dan hipersensitivitas, contohnya ialah basitrasin, neomisin, dan mupirosin. Neomisin juga berkhasiat untuk kuman negatif-gram.Neomisin, yang di negeri barat dikatakan sering menyebabkan sensitisasi, jarang ditemukan. Teramisin dan kloramfenikol tidak begitu efektif, banyak digunakan karena harganya murah. Obat-obat tersebut digunakan sebagai salap atau krim. Sebagai obat topical juga kompres terbuka, contohnya: larutan permangas kalikus 1/5000, larutan rivanol 1% dan yodium povidon 7,5 % yangndilarutkan 10 x. yang terakhir ini lebih efektif, hanya pada sebagian kecil mengalami sensitisasi karena yodium. Rivanol mempunyai kekurangan karena mengotori sprei dan mengiritasi kulit.




Berdasarkan data-data hasil pengkajian diagnosa keperawatan yang dapat muncul adalah :
1)      Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
2)      Nyeri yang berhubungan dengan agen injuri fisik (lesi kulit)
3)      Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pioderma
4)      Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus
5)      Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus
6)      Potensial terjadinya infeksi berhubungan dengan keadaan penyakitnya
7)      Kurang pengetahuan berhubungan dengan penyakit yang diderita (pioderma)


Diagnosa 1 : Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah diberikan asuhan keperawatan … x 24 jam, diharapkan suhu tubuh menurun dngan kriteria hasil :
8  Suhu : 36,5 -370C
No
Rencana Keperawatan
Rasional
1
Pantau suhu pasien ( derajat dan pola )
Suhu 38,9 – 41 derajat C menunjukkan proses infeksius
2
Berikan kompres hangat
Membantu mengurangi demam
3
Anjurkan pasien untuk banyak minum
Membantu mengurangi demam
4
Berikan antipiretik
Digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi sentralnya pada hipotalamus


Diagnosa 2 : Nyeri yang berhubungan dengan agen injuri fisik (lesi kulit)
Tujuan dan Kriteria Hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan ... x 24 jam, diharapkan nyeri px dapat terkontrol dengan kriteria hasil :
8  Pasien tidak tampak meringis
8  Skala nyeri 0 ( tidak nyeri)
8  Pasien tampak lebih rileks
8  Ukuran pioderma mengecil
No
Rencana Keperawatan
Rasional
1
Kaji nyeri, misal lokasi nyeri, frekuensi, durasi, dan intensitas(skala 1-10), serta tindakan penghilang nyeri yang digunakan.
Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan/ keefektifan intervensi
2
Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri (missal teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi, tertawa, music, dan sentuhan terapeutik)
Memungkinkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control.
3
Tingkatkan kenyamanan dasar (missal teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi)dan aktivitas hiburan(missal : music, televisi)
Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian.
4
Evaluasi penghilang nyeri/ control
Tujuannya adalah control nyeri maksimum dengan pengaruh minimum pada aktivitaskegiatan sehari-hari
5
Kembangkan rencana manajemen nyeri bersama klien dan tim medis.
Rencana terorganisasi mengembangkan kesempatan untuk control nyeri . Terutama dengan nyeri kronis , klien/orang terdekat harus aktif menjadi partisipan dalam manajemen nyeri di rumah.
6
Berikan aktivitas terapeutik tepat sesuai dengan kondisi dan usia pasien
Membantu mengurangi konsentrasi nyeri yang dialami dan memfokuskan kembali perhatian
7
Berikan analgesic sesuai indikasi, missal morfin, metadon, atau campuran narkotik IV khusus. Pastikan hal tersebut hanya untuk memberikan analgesic dalam sehari. Ganti dari analgesic kerja pendek menjadi kerja panjang bila ada indikasi.
Nyeri adalah kompikasi tersering dari kanker, meskipun respon individu berbeda. Saat perubahan penyakit /pengobatan terjadi ,penilaian dosis dan pemberian akan diperlukan (catatan ; adikasi atau ketergantungan pada obat ukan masalah)


Diagnosa 3 : Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pioderma
Tujuan dan Kriteria Hasil
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ... x 24 jam diharapkan kerusakan integritas kulit  dapat teratasi, dengan kriteria hasil :
8  Px menyatakan ketidaknyamanannya hilang
8  Px menunjukkan perilaku/tekhnik untuk mencegah kerusakan kulit/memudahkan penyembuhan sesuai indikasi
8  Px dapat mencapai penyembuhan luka sesuai waktu/penyembuhan lesi terjadi
No
Rencana Keperawatan
Rasional
1
Kaji/catat ukuran atau warna, kedalaman luka dan kondisi sekitar luka
Memberikan informasi dasar tentang kebutuhan dan petunjuk tentang sirkulasi
2
Anjurkan pasien untuk menjaga kebersihan kulit dengan cara mandi sehari 2 kali
Menjaga kebersihan kulit dan mencegah komplikasi
3
Lindungi kulit yang sehat terhadap kemungkinan maserasi
Maserasi pada kulit yang sehat dapat menyebabkan pecahnya kulit dan perluasan kelainan primer
4
Beri nasehat kepada pasien untuk menjaga agar kulit tetap lembab dan fleksibel dengan pengolesan cream atau lotion
Pioderma memerlukan air agar fleksibelitas kulit tetap terjaga. Pengolesan cream atau lotion untuk mencegah agar kulit tidak menjadi kasar, retak dan bersisik
5
Kolaborasi dalam pemberian obat topical
Mencegah atau mengontrol infeksi


Diagnosa 4 : Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama … x 24 jam kebutuhan tidur klien dapat terpenuhi dengan kriteria hasil :
8  Klien tidur 6-8 jam dalam sehari
No
Tindakan keperawatan
Rasional
1
Kaji tingkat tidur pasien
Untuk mengetahui kualitas tidur pasien
2
Anjurkan pasien untuk menghindari minuman yang mengandung cafein menjelang tidur malam hari
Cafein memiliki efek puncak 2-4 jam sesudah dikonsumsi
3
Anjurkan pasien untuk melakukan gerak badan secara teratur
Memberikan efek yang menguntungkan untuk tidur jika dilakukan pada sore hari
4
Anjurkan melakukan hal-hal ritual rutin menjelang tidur
Tindakan ini memudahkan peralihan dari keadaan terjaga menjadi keadaan
5
Kolaborasi pemberian obat antihistamin
Memberikan obat diharapkan pasien dapat tidur


Diagnosa 5 : Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak baik
Tujuan dan Kriteria Hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x 24 jam gangguan citra diri teratasi dengan kriteria hasil :
8  Px dapat mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri
8  Px dapat mengikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan perawatan mandiri
8  Px dapat melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi
8  Px dapat menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri
8  Px dapat mengutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat
8  Px tampak tidak begitu memprihatinkan kondisi
8  Menggunakan tekhnik menyembunyikan kekurangan dan menekankan tekhnik untuk meningkatkan penampilan
No
Rencana Keperawatan
Rasional
1
Berikan kesempatan untuk pengungkapan, dengarkan dengan cara terbuka dan tidak menghakimi untuk mengekspresikan perasaan.
Pasien membutuhkan pengalaman didengarkan dan dipahami
2
Bantu pasien yang cemas dalam mengembangkan kemampuan untuk menilai diri dan mengenali diri serta mengatasi masalah.
Menetralkan kecemasan yang tidak perlu terjadi dan memulihkan realitas situasi
3
  Dorong pasien untuk bersosialisasi dengan orang lain dan Bantu pasien kearah penerimaan diri
Membantu dalam meningkatkan sosialisasi dan penerimaan diri
4
Kaji perubahan dari gangguan persepsi dan hubungan dengan derajat ketidakmampuan
Menentukan bantuan individual dalam menyusun rencana perawatan atau pemilihan intervensi
5
Anjurkan klien untuk mengekspresikan perasaan, termasuk sikap bermusuhan dan kemarahan
Menunjukkan penerimaan, membantu klien untuk mengenal dan mulai menyesuaikan dengan perasaan tersebut
6
Pernyataan pengakuan terhadap penolakan tubuh, mengingatkan kembali fakta kejadian tentang realitas bahwa masih dapat menggunakan sisi yang sakit dan belajar mengontrol sisi yang sehat
Membantu klien untuk melihat bahwa perawat menerima kedua bagian sebagai bagian dari seluruh tubuh. Mengizinkan klien untuk merasakan adanya harapan dan mulai menerima situasi baru
7
Dukungan perilaku atau usaha, seperti peningkatan minat atau partisipasi dalam aktivitas rehabilitasi
Klien dapat beradaptasi terhadap perubahan dan pengertian tentang peran individu di masa mendatang
8
Bersama klien mencari alternative koping yang positif
Dukungan perawat pada klien dapat meningkatkan rasa percaya diri klien 


Diagnosa 6 : potensial terjadinya infeksi berhubungan dengan keadaan penyakitnya
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan infeksi berkurang dan tidak ada infeksi dengan kriteria hasil :
8  Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti kalor, rubor, dolor, tumor, fungsiolesia
No
Rencana keperawatan
Rasional
1
Berikan petunjuk yang jelas dan rinci kepada pasien mengenai program terapi
Pemberian intruksi yang jelas diperkuat dengan instruksi tertulis
2
Nasehati pasien untuk menghentikan pemakaian setiap obat kulit yang memperburuk masalah
Reaksi alergi dapat terjadi akibat setiap unsur yang ada dalam obat tersebut
3
Berikan terapi antibiotic sesuai instruksi dokter
Membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi
4
Gunakan obat-obat topical yang mengandung koortikosteroid sesuai indikasi
Kortikosteroid memiliki kerja anti inflamasi
Diagnosa 7 : Kurang pengetahuan berhubungan dengan penyakit yang diderita (pioderma)
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ... x 24 jam diharapkan kurangnya pengetahuan px tentang perawatan kulit dapat teratasi dengan kriteria hasil :
8  Px memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit
8  Px Mengikuti terapi seperti yang diprogramkan dan dapat mengungkapkan rasional tindakan yang dilakukan
8  Px dapat menggunakan obat topikal dengan tepat
8  Px dapat memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit
No
Rencana Keperawatan
Rasional
1
Kaji tingkat pengetahuan pasien
Memberikan data dasar untuk mengetahi tingkat pemahaman pasien
2
Jaga agar pasien mendapat informasi yang benar, memperbaiki kesalahan informasi
Pasien memiliki perasaan ada sesuatu yang mereka perbuat dan merasakan manfaatnya
3
Beri nasehat kepada pasien untuk menjaga agar kulit tetap lembab dan fleksibel dengan pengolesan cream atau lotion
Pioderma memerlukan air agar fleksibelitas kulit tetap terjaga. Pengolesan cream atau lotion untuk mencegah agar kulit tidak menjadi kasar, retak dan bersisik
4
Peragakan penerapan terapi yang diprogramkan : obat topical
Memungkinkan pasien untukmemperoleh kesempatan untuk menunjukkan cara yang tepat untuk melakukan terapi
5
Diskusikan tentang pengobatan : nama, jadwal, tujuan, dosis dan efek sampingnya
Memberikan pengetahuan dasar tentang obat-obatan yang akan digunakan sehingga dapat mengurangi dampak komplikasi  dan efek samping obat
6
Berikan dukungan psikologis agar klien menjalankan apa yang sudah disepakati
Meningkatkan kemauan dan keinginan klien dan keluarga akan pentingnya perawatan di rumah 

Implementasi dilaksanakan sesuai dengan rencana keperawatan.


Dx 1
8  Suhu 36,5 -370C
Dx 2
8  Klien tidak tampak meringis
8  Skala nyeri 0 ( tidak nyeri)
8  Klien tampak lebih rileks
8  Ukuran pioderma mengecil
Dx 3
8  Klien  menyatakan ketidaknyamanannya hilang
8  Klien  menunjukkan perilaku/tekhnik untuk mencegah kerusakan kulit/memudahkan penyembuhan sesuai indikasi
8  Klien dapat mencapai penyembuhan luka sesuai waktu/penyembuhan lesi terjadi
Dx 4
8  Kebutuhan tidur klien terpenihu
Dx 5
8  kx dapat mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri
8  kx dapat mengikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan perawatan mandiri
8  kx dapat melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi
8  kx dapat menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri
8  kx dapat mengutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat
8  kx tampak tidak begitu memprihatinkan kondisi
Dx 6
            8  infeksi berkurang
Dx 7
8  kx memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit
8  kx Mengikuti terapi seperti yang diprogramkan dan dapat mengungkapkan rasional tindakan yang dilakukan
8  kx dapat menggunakan obat topikal dengan tepat
8  kx dapat memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit



DAFTAR PUSTAKA


Brunner & Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Corwin, E. 2000. Handbook of Patophysiology (Buku Terjemahan). Jakarta :EGC
Guyton and Hall.  1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 9. Jakarta :EGC
Herdman, T. Heather. 2012. NANDA Definisi dan Klasifikasi 2012 -2014 (terjemahan). Jakarta : EGC
Mansjoer, A. 2001. Kapita Seekta Kedokteran, Edisi 3, Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius




0 comments:

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Silakan tinggalkan komentar...
komentar anda akan jadi inspirasi bagi saya.

ingat diisi namanya ya, terimakasih :)