Tuesday, August 23, 2011

Cerpen


Penderitaan Kecilku  

Matahari bersinar cerah dan burung berkicau riang ditemani suara kendaraan yang samar-samar terdengar dari rumahku. Itulah suasana yang hampir setiap pagi aku lalui. Di pagi yang cerah itu mengantarkan aku pergi ke sekolah bersama kakak laki-laki ku yang setiap hari menemaniku ke sekolah. Suasana saat itu pun masih sama seperti hari-hari kemarin. Sampai suatu ketika, saat aku sedang berada di tempat temanku tiba-tiba sepupuku datang. Betapa kagetnya aku saat mendengar itu, pikiranku tiba-tiba hilang entah kemana yang tertinggal hanyalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku jawab sendiri. Ku coba langkahkan kaki menuju rumahku, kenapa sepi? Kemana orang-orang yang ada di rumah? Lama aku menunggu di rumah. Sampai puncak kebosananku akhirnya ku langkahkan kaki lagi menuju rumah salah satu keluargaku. Belum sampai di rumah salah satu keluargaku, tiba-tiba ibuku datang. Kenapa menangis? Apa yang terjadi? Ingin ku bertanya tapi mulut ku enggan berbicara. Akhirnya q kembali ke rumah ku. Setelah 30 menit berlalu, datang mobil ambulan dan tiba-tiba rumahku penuh dengan orang-orang yang sebagian besar tidak aku kenal. Setelah orang-orang itu pada pergi, ku melangkah maju, ku lihat kedepan. Tak kuasa air mataku jatuh membasahi pipiku. Ini tidak mungkin. Tidak mungkin secepat ini. Pada hari senin itu tanggal 16 oktober 2006 kakakku yang berusia 16 tahun pada tanggal 2 oktober itu kini telah pergi meninggalkan kami semua untuk selamanya. Seminggu berlalu aku masih merasa dia masih ada di kehidupanku. Setelah satu bulan berlalu aku baru sadar akan kehilangan hari-hariku. Ujian pun tiba, aku mengikuti ujian di SMP. Setelah lulus, aku melanjutkan ke SMA. Ternyata SMA yang ku dapat sama dengan SMA tempat kakakku dulu. Lagi-lagi q teringat masa itu. Setelah lama kujalani di SMA. Penentuan untuk menuju masa depan pun tiba. Disini aku sangat bingung menentukan masa depan ku. Hati dan pikiranku kacau balau karena sekarang aku jadi anak tertua di keluargaku. Aku harus bisa menentukan kehidupan ku dan bisa membantu keluargaku nantinya. Banyak tawaran yang datang aku tolak begitu saja. Sampai akhirnya aku memutuskan melanjutkan kuliah di luar daerahku untuk mengurangi kesedihan yang ada di hatiku. Walaupun sudah pergi, namun selalu teringat saat aku lagi memikirkan adikku di kampung yang masih kecil dan perlu banyak bimbingan. Karena tempat kuliahku tidak begitu jauh dari kampungku, aku luangkan waktu ku untuk pulang menjenguk adik dan keluargaku. 6 bulan berlalu, sedikit demi sedikit aku menyadari betapa kejamnya hidup di rantauan. Ingin ku kembali ke rumah tapi aku teringat akan keluargaku kedepannya akan jadi apa. Aku bertekat untuk menghadapi itu, dan aku pun mengerti sekarang. Semua akan terlaksana dengan baik apabila kita bersungguh-sungguh dan tidak pernah menyerah niscaya semua akan berubah menjadi lebih baik. Dan jadikanlah pengalaman yang mengesankan ataupun yang menyedihkan itu motivasi untuk lebih baik di hari berikutnya.

3 comments:

  1. Dan akhirnya aku pun memelukmu disetiap tidur nyenyakku. Kau begitu berharga untukku. Kaulah yang menghantarkan aku sampai disini. Aku tlah menganggapmu sebagai kakaku sendiri. Kau bantu aku disetiap keluhanku. Tuhan, berikanlah ia perlindungan dalam pelukanMU. Kau baik sekali layaknya seorang malaikat..
    CHEER UP GIRL!
    SMANGAT! :D

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar...
komentar anda akan jadi inspirasi bagi saya.

ingat diisi namanya ya, terimakasih :)