15 May 2018

Laparoscopy

 

Dasar-Dasar Laparoscopy

Bedah Laparascopy adalah suatu tehnik pembedahan dengan sayatan kecil atau disebut juga operasi invasive minimal yang menggunakan alat-alat canggih untuk melakukan tindakan bermacam-macam operasi antara lain:

-          Batu kandung empedu / saluran empedu

-          Usus buntu, Hernia, Peradangan / kanker usus

-          Pengikatan lambung, (Gastric banding) untuk obesitas

-          Peradangan / tumor ginjal, varicocel, penyakit-penyakit kandungan

-          Penyakit sendi (Arthroscopi), THT

-          Membantu menegakkan Diagnostik

 

Keuntungan Bedah Laparascopy:

-          Nyeri pasca bedah jauh lebih ringan.

-          Membantu menegakkan diagnosa lebih akurat.

-          Proses pemulihan  lebih cepat.

-          Rawat inap lebih singkat.

-          Luka bekas operasi lebih kecil, sehingga hasil kosmetik lebih memuaskan.

 

Unit laparascopy beserta alat pendukung terdiri dari :

1)      TV Monitor

Perlengkapan yang harus ada dan harus berfungsi baik, dengan bantuan dari camera control unit dan Fiber optic akan menampilkan gambar yang tertangkap oleh lensa.

2)      Satu unit computer / AIDA Compact Set 

Monitor pada computer berfungsi untuk menyimpan data / identitas pasien, yang merekam tindakan selama pembedahan berlangsung.

3)      Box Light Source (Fiber Optik)

Sebagai sumber cahaya untuk visualisasi dilayar monitor dengan menghubungkan Fiber Optic Light Source Cable dan Telescope (70° / 30° / 0°).

4)      Box Image / Camera Control Unit (CCU)

Untuk menampilkan gambar dihubungkan dengan telescope dan camera cable dimana saling connect hingga didapatkan tampilan gambar yang jelas dilayar monitor.

5)      Telescope

Telescope mempunyai ukuran dari 3mm, 5mm, 10mm dan 11mm. Dengan sudut pandang yang  berbeda dari 0º, 30º, 70º.

 

6)      Insuflator

Alat pengatur keluar masuknya gas CO2 kerongga abdomen, dengan tujuan mengembangkan rongga abdomen.

 

7)      Sistem Suction Irigation

Alat ini berhubungan dengan satu standar infus yang digantungkan cairan WI Steril, dan satu botol penampung cairan dibagian bawah.

     

8)      Diatermi

Mempunyai dua macam fungsi penggunaan dalam menghentikan perdarahan dan memotong jaringan terdiri dari dua jenis yaitu :

a.       Monopolar

b.      Bipolar          

 

9)      Instrument Bedah Dasar

a.       Desinfektan klem

b.      Duk klem

c.       Scapel handle No. 3

d.      Koher

e.       Pean

f.            Needle holder

g.      Gunting jaringan

h.      Gunting benang

i.           Pinset sirugis

j.           Pinset anatomis

k.      Hak langen

l.           Bengkok

m.    Kom

 

10)  Instrument Laparascopy

a.         Veress Needle

Jarum ini digunakan sebagai alat untuk mengalirkan gas CO2, dengan lebih dulu memastikan apakah jarum sudah menembus lapisan dinding perut / masuk rongga abdomen atau belum.

b.      Trocar

Ada bermacam-macam ukuran dengan diameter 6mm, 10mm, 11mm, 12mm, 15mm.

c.       Klem Bipolar dan Monopolar kauter

Bipolar hanya untuk menghentikan/membakar jaringan, monopolar untuk menghentikan perdarahan dan memotong jaringan.

d.      Gunting benang / Clickline Hook Scissor

Digunakan untuk memotong benang.

e.       Endo Scissor / Gunting jaringan

Digunakan untuk memotong/melepaskan jaringan

 

f.       Selongsong/ Introducer

Digunakan bersama klem koher/chrocodel untuk penjepit jaringan saat dikeluarkan dari rongga abdomen.

g.      Endoloop

Digunakan untuk mengikat appendik yang sudah dibebaskan dari jaringan sekitar. Terbuat dari benang cromik no. O atau PDS.

 

h.      Clickline Spatel

Dengan bentuk ujung bulat kecil dan pipih sangat membantu saat melepaskan jaringan yang menempel pada jaringan lain juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan.

i.        Clickline Hook

Dengan bentuk seperti huruf  L dan kecil bisa membantu membebaskan jaringan-jaringan yang tipis/transparan.sambil menghentikan perdarahan.

 j.        Needle Holder

Digunakan untuk memegang jarum dan benang saat menjahit/mengikat jaringan dalam rongga abdomen, benang lebih dulu dipotong sekitar 15 cm.

 

 

k.      Tongkat Penduga/tap & Parrot Jaw Neddle


l.        Liga Clip / Clip Applieigunakan untuk menjepit pembuluh darah dan saluran choleductus. Alat ini berisi klip titanium / Polimer ligating klip.

 

11)  Alat-alat Tambahan :

a.       Choledoscope

Digunakan pada kasus laparoscopy CBDE (Comon Bile Duct Explorasi) selain untuk melihat batu dalam saluran empedu, memasukkan contras juga untuk mengambil batu pada saluran empedu dengan bantuan basket / klem endoscopy


 

b.      Harmoni Scalpel

Sangat membantu saat memotong jaringan di dalam tubuh dan langsung menghentikan perdarahan.

 

 

c.       C`arm

Diperlukan pada kasus laparascopi dengan batu pada saluran empedu atau CBDE (Comon Bile Duct Explorasi) dengan bantuaan contras posisi batu dapat diketahui.

 

d.      Kantong Plastik

Digunakan sebagai pembungkus kabel, chip camera head, selang suction dan alat lain yang tidak bisa direndam cidex. Pada setiap ujung plastik dirapikan  dengan hipafik streril. Kantong plastik steril juga digunakan sebagai tempat jaringan yang sudah rapuh. 

  

 

2.      Persiapan Pasien di Kamar Bedah

a.       Sebelum dilakukan pembiusan

ü  Identifikasi pasien

ü  Informed concen

ü  Marker / tanda pada area yang akan dilakukan tindakan

ü  Kelengkapan catatan kesehatan, pemeriksaan fisik dan diagnostik

ü  Status psikososial dan fisik pasien

ü  Kelengkapan personil bedah

ü  Kelengkapan pembiusan

ü  Kelengkapan peralatan / instrumen bedah, serta alat penunjang lainnya.

b.      Setelah dilakukan pembiusan

         Pasien difiksasi di meja operasi serta pemasangan Arde pada tubuh pasien

         Perhatikan kebersihan area yang akan dilakukan tindakan

         Pastikan kandung kemih pasien sudah kosong kalau perlu pasang dower kateter

         Dilakukan desinfeksi pada area abdomen sebatas diafragma sampai paha bagian atas

         Perhatikan pencucian pada area Umbilikal, karena di daerah ini port yang paling penting

         Doek steril dipasang ditambahkan doek instrument khusus laparascopi atau Instrumen Holder

         Peralatan didekatkan, selang, kabel dipasang sesuai dengan fungsi masing-masing. Usahakan tidak saling bertautan satu sama lain.          

3.      Posisi Pasien

  1. Posisi pasien Laparoscopy Cholesistectomy

         Pasien tidur terlentang dalam posisi Anti Trendelenburg (posisi kepala lebih tinggi dari kaki)

         Miring kekiri 30°  ke arah operator

         Operator berada disebelah kiri pasien

         Asisten dan Instrumen sebelah kanan pasien

Macem2 posision op laparascopi 039LAP4

 

b.      Posisi pasien Laparoscopy Appendic

         Pasien tidur terlentang dalam posisi Trendelenburg (posisi kepala lebih rendah dari kaki)

         Miring kekiri 30° kearah operator

         Operator berada disebelah kiri pasien

         Asisten dan instrumen sebelah kanan pasien

Macem2 posision op laparascopi 005 LAP1b

 

  1. Posisi Laparoscopy Hernia (TAPP) sinistra

·         Tangan Kanan pada posisi disamping pasien

·         Operator disebelah kanan, Asisten sebelah kanan, Instrumen disebelah kiri

·         Monitor disebelah kiri bawah.

posisi pasien lap hernia sinistraSNV39809 

 

 

  1. Posisi Laparoscopy Hernia (TAPP) Dextra

·         Tangan Kiri pada posisi disamping pasien

·         Operator disebelah kiri, Asisten sebelah kiri, Instrumen disebelah kanan

·         posisi pasien lap hernia dextraMonitor disebelah kanan bawah.

Macem2 posision op laparascopi 011

 

 

  1. Posisi Tindakan Laparoscopy Gaster

 

 

  1. Posisi Laparoscopy Sigmoid

·         Posisi semi lithotomi, kaki sebelah kanan lebih rendah dibanding kaki sebelah kiri

·         Operator sebelah kanan pasien, Instrumen dibagian bawah, Asisten sebelah kiri

·         Posisi Monitor disebelah kiri bawah Pasien

LAP2 SNV39804

 

  1. Posisi Laparascopi Gastrig ByPass

·         Pasien tidur terlentang kepala lebih tinggi, kaki terlentang lurus

·         Operator disebelah bawah pasien, Asisten disebelah kiri pasien, Instrumen disebelah kanan pasien

·         Monitor disebelah kanan pasien 

Macem2 posision op laparascopi 059Macem2 posision op laparascopi 025

 

 

 

 

laparaskopi by pass

 

 

 

 

 

 

 

  1. Posisi Laparascopy Kebidanan

·         Pasien berada dalam posisi lythotomy

·         Operator pada posisi diantara kedua paha pasien atau sebelah kanan pasien, Asisten sebelah kiri pasien, Instrumen sebelah kanan pasien.

 

  1. Posisi Laparascopy Paru dan Ginjal

·         Pasien pada posisi miring penuh kekanan / kekiri.

·         Kaki bagian bawah dilipat, kaki atas lurus diantaranya diberi bantal.

·         Operator berada di belakang pasien, Asisten dan Instrumen di depan pasien.

                                                                       

 

4.      Persiapan Laparoscopy

a.       Persiapan Laparoscopy Appendik / Laparoscopy Dasar


·         Mesin laparascopy            1 set

·         Trocard 3ml /5 ml 2 bh

·         Trocard 5ml /10ml            1 bh

·         Veres needle                    1 bh

·         Spuit 10 cc                       1 bh

·         Forcep Meriland               1 bh

·         Forcep tak gigi                 1 bh

·         Forcep bergigi                  1 bh

·         Selongsong Jaringan        1 bh

·         Klem buaya                      1 bh

·         Telescope 30º /0º              1 bh

·         Head Camera                   1 bh

·         Light Sourse                     1 bh

·         Kabel cauter Bipolar        1 bh

·         Instrumen Dasar                   1 set

·         Jas operasi                             1 set

·         Duek laparascopy                 1 bh

·         Selang Gas                            1 bh

·         Selang suction                                   1 bh

·         Selang irigasi                         1 bh

·         Water Steril (WI)                  1 kolf

·         Benang 2/0 UL-602              1 bh

·         Tegaderm kecil                     3 bh

·         Endoloop                              2 bh

·         Kassa laparascopy                 3 bh

·         Kantong Jaringan                  1 bh

·         Steril Strip                             1 bh


 

b.      Persiapan Laparoscopy Cholesistectomy / CBDE

·         Instrumen Laparascopy

·         Instrument dasar

·         Camera 0º/ 30º

·         Liga klip

·         Choledoscope

·         Klem Kolangio

·         Klem Usus

·         Suction

·         Samurai (Pisau Laparascopy)

·         Needle holder Laparascopy + benang Vicryl 3.0

·         Penghantar Beriplast + Kontrast (Urografin)

·         Basket

·         Kabel monopolar & Bipolar

·         Kabel Light Sourse (2 bh)

·         Urether Catheter

·         T Tube

·         C’Arm

·         Spuit 50cc

·         Spuit 20cc

·         Blood Set

 

c.       Persiapan Laparoscopy Hernia

·         Instrumen Laparascopy

·         Instrument dasar

·         Camera 0º/30º

·         Kabel monopolar

·         Klem Usus

·         Cussery

·         Needle Holder Laparoscopy + Benang Prolene 2.0

·         Mess 11

·         Protack

·         Spidol Sterill

 

d.      Persiapan Laparoscopy gastrig banding

·         Mesin laparoscopy

·         Set laparoscopy

·         Gold Fingers + klem usus

·         Band gastrig

·         Trocard Visiport + trocard 12 ( 2 ) + 5mm

·         Lensa 10mm à

·         Surgipro 2/0

·         Vicryl 3/0

·         Kateter no 16 + NGT no 18

 

e.       Persiapan Laparoscopy Gastrig ByPass

·         Mesin laparoscopy

·         Set laparoscopy + klem usus

·         Posisi Lithotomi

·         Ps kateter no 16 + NGT No.18

·         Visiport + trocard no 12 + 5mm

·         Harmonik

·         Stepler endolaparoscopy

·         Vicryl 3/0  + prolene 2/0 + Opsite besar

 

f.       Persiapan Laparoscopy Sigmoid

·         Mesin laparoscopy

·         Set laparoscopy

·         Lensa  10mm à 0° + 30°

·         Visiport + trocard 12  +  5mm

·         Klem usus

·         Stepler endo laparoscopy

·         Stepler Rectum no 31/29

·         Endo GIA (Stepler)

·         Laparatomi set

·         Vicryl 3/0  +  Prolene 1

·         Kateter no 16, NGT no 18, Opsite besar

 

5.      Tehnik Pencucian Instrumen Laparoskopik

a.    Instrumen habis pakai, dibersihkan dari kotoran dan darah. dilepas perbagian dengan hati-hati dan direndam dalam cairan Enzymatic Detergent.

b.    Pisahkan lensa, kabel light source dari instrumen yang lain

c.    Pisahkan instrumen laparascopi dengan instrumen logam

d.   Rendam dalam cairan Helizyme 1%  selama 5 menit

e.    Sikat dengan sikat halus, Perhatikan alur instrument

f.     Instrumen dibilas dengan air mengalir dan keringkan dengan kain.

g.    Bagian dalam dikeringkan dengan compresor dengan kekuatan sedang (5 bar)

h.    Semprotkan Oil Spray pada engsel instrument

i.      Dibiarkan beberapa saat, lalu dipasang ulang sambil di cek fungsi dari masing-masing instrumen agar siap pakai

j.      Penyimpanan dalam almari dengan penghangat 45 wath

 

 

6.      Tehnik Mensterilkan Instrumen Laparoscopy

Jenis Sterilisasi

a.    Sterilisasi Suhu Tinggi

ü  Menggunakan uap / Auto Clave (Steam)

ü  Sterilisasi suhu tinggi 110ºC - 134ºC

ü  Menggunakan Stirilisasi Panas kering / oven

ü  Mekanisme: Koagulasi sel protein

ü  Keuntungan :

    • Tidak beracun

    • Ramah lingkungan

    • Waktu pemrosesan yg cepat

    • Ekonomis

    • Efektif untuk alat-alat logam dan tenun.

ü  Tidak semua Instrumen bisa disterlikan dengan suhu tinggi, misalnya ; alat-alat yang terbuat dari kaca/lensa, karet dan plastik.

 

 

 

  1. Sterilisasi Suhu Rendah

ü  Memproses Alat-alat / Instrumen yang tidak tahan panas

1)   Menggunakan mesin Sterrad / Plasma (Hydrogen Peroxide)

}  Diperlukan waktu sekitar 45 menit

 

2)   Menggunakan mesin EO gas / Ethylene Oxide (EtO)

Instrumen yg disterilkan dengan EO gas yaitu :

}  Fiber optic seperti Endoscopi, laparaskopi, teleskop.

}  Alat-alat Anasthesi, alat respirator

}  Alat-alat Implant

}  Peralatan elektric, Bor listrik, Pompa dan mesin-mesin

}  Dibutuhkan waktu 3,5 jam untuk sterilisasi

 

3)   Menggunakan Desinfektan Tingkat Tinggi

Desinfeksi Tingkat Tinggi (DTT) bisa menggunakan:

a)      Cairan Glutaraldehyde (Cidex)

}  Perendaman dilakukan selama 30 menit

}  Pastikan semua bagian instrumen terendam

} Tutup bak perendaman agar tidak terjadi penguapan konsentrat cidex

} Atur posisi jangan saling silang

} Ujung kabel jangan terendam

} Posisi kabel melingkar

} Bilas dengan water steril

} Keringkan dengan kain steril, perhatikan bagian alat yg berhubungan dengan listrik

 

b)      Cairan Cocopropylen Diamine (Stabimet)

}  Perendaman dilakukan selama 15 menit dengan pengenceran 20 cc dalam 1 liter Water Steril

}  Pastikan semua bagian instrumen terendam

}  Tutup bak perendaman agar tidak terjadi penguapan konsentrat dari Stabimed