03 June 2012

Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan


ANATOMI, FISIOLOGI, DAN BIOKIMIA SISTEM PENCERNAAN



A.    Anatomi Sistem Pencernaan
Sistem   pencernaan   berurusan   dengan   penerimaan   makanan   dan  mempersiapkannya untuk diasimilasikan oleh tubuh. Sistem pencernaan atau  sistem   gastroinstestin,   adalah   sistem  organ  dalam  hewan  multisel   yang menerima  makanan,   mencernanya   menjadi  energi  dan   nutrien,   serta mengeluarkan  sisa proses tersebut. Sistem pencernaan  antara satu hewan dengan   yang   lainnya   bisa   sangat   jauh   berbeda.   Pada   dasarnya   system pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus. Agar dapat diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh, makanan perlu dicerna   terlebih   dahulu. 
 Proses   pencernaan   makanan   dibedakan   menjadi pencernaan   makanan   secara   mekanis   dan   kimiawi.   Sistem   pencernaan makanan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan   terdiri   atas   mulut,   kerongkongann,   lambung,  usus,   dan   anus. Makanan diserap di usus kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa makanan di keluarkan melalui anus. Selama   dalam   proses   pencernaan,   makanan   dihancurkan   menjadi   zat-zat sederhana yang dapat diserap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagi enzim yang terkandung dalam berbagai cairan pencerna.  Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus menyaring   dan   bekerja   atas   satu   jenis   makanan   dan   tidak   mempunyai pengaruh terhadap jenis lainnya. Ptialin   (amilasi   ludah)   misalnya   bekerja   hanya   atas   gula   dan   tepung, sedangkan pepsin hanya atas protein. Satu jenis cairan pecerna, misalnya cairan pankreas, dapat mengandung beberapa enzim dan setiap enzin bekerja hanya atas satu jenis makanan. Enzim ialah zat kimia yang menimbulkan perubahan susunan kimia terhadap zat lain, tanpa enzim itu sendiri mengalami suatu perubahan. Untuk dapat bekerja secara baik, berbagai enzim tergantung adanya garam mineral dan kadar asam atau kadar alkali yang tepat.

1.      GIGI DAN MULUT
a.    Oris (Mulut)
adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2 bagian luar yaitu :
1.      Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi
2.      Bagian rongga mulut bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilaris, platum dan mandibularis, di sebelah belakang bersambung dengan faring
Selaput lender mulut ditutupi empithelium yang berlapis lapis, dibawahnya terletak kelenjar-kelenjar halus yang mengeluarkan lender. Selaput ini kaya akan pembuluh darah dan juga memuat banyak ujung akhir saraf sensoris.
Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan disebelah dalam ditutupi oleh selaput lender (mukosa). Otot ordikularis oris menutupi bibir. Levator anguili oris mengangkat dan depressor anguili oris menekan ujung mulut.

b.   Palatum
Palatum terdiri atas 2 bagian yaitu :
1.      Palatum durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan tulang makslaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum.
2.      Paltum mole (palatum lunak) terletak di belakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.
Gerakannya dikendalikan oleh ototnya sendiri, disebelah kanan dan kiri ari tiang fauses terdapat saluran lendir menembus tonsil. Pipi dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papilla, otot yang terdapat pada pipi adalah otot buksinator. Di dalam rongga mulut terdapat geligi, kelenjar ludah, dah lidah.

c.       Gigi
Gigi ada 2 macam :
1.      Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak – anak umur 6-7 tahun. Lengkap pada umur 2,5 tahun jumlahnya 20 buah, terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insivius), 4 buah gigi taring (dens kasinus), dan 8 buah geraham (molare).
2.      Gigi tetap (gigi permanent) tumbuh pada umur 6-18 tahun, jumlahnya 32 buah, terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insivius), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 8 buah gigi geraham depan (molera), dan 12 buah gigi geraham belakang (premolare).
Fungsi gigi :
-          Gigi seri untuk memotong makanan.
-          Gigi taring untuk memutuskan makan yang keras dan liat.
-          Gigi geraham untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong – potong.

d.      Lidah
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini dapat digerakkan keseluruh arah.
Lidah dibagi atas 3 bagian, radiks lingua (pangkal lidah), dorsum lingua (punggung lidah), dan aspeks lingua (ujung lidah). Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglottis yang berfungsi untuk menutup jalan napas pada waktu kita menelan makanan, supaya jangan masuk ke jalan napas. Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat putting – putting pengecap / ujung saraf pengecap. Frenulum lingua merupakan selaput lendir yg terdapat pada bagian bawah kira-kira di tengah, jika lidah digerakkan ke atas Nampak selaput lender. Flika sublingual terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum lingua, disini terdapat pula lipatan selaput lender. Pada pertengahan flika sublingual ini terdapat saluran dari glandula parotis, submaksilaris, dan glandula sublinguaslis.
Fungsi lidah yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap dan menelan, serta merasakan makanan.

e.       Kelenjar ludah
Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang mempunyai duktus yang berwarna duktus wartoni dan duktus stensori. Kelenjar ludah ini ada 2 yaitu:
1.      Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris)
2.      Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingualis)
Kelenjar ludah (saliva) dihasilkan di dalam rongga mulut. Di sekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar ludah yaitu : kelenjar parotis, kelenjar submaksilaris, dan kelenjar sublingualis. Kelenjar ludah disarafi oleh saraf – saraf tak sadar.

2.      Faring
Faring merupakan organ yg menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (esophagus). Di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe yg banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi.
Disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang. Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantara lubang bernama koana. Keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantara lubang yang disebut ismus fausium.
Tekak terdiri dari bagian superior (bagian yg sama tinggi dengan hidung), bagian media (bagian yg sama tinggi dengan mulut), dan bagian inferior (bagian yg sama tinggi dengan laring). Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yg menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga.
Bagian media disebut orofaring, bagian ini berbatas kedepan sampai diatas lidah bagian inferior disebut laringofaring yg menghubungakan orofaring dengan laring.
Menelan (deglustisio), jalan udara dan jalan makanan pada laring terjadi penyilangan. Jalan masuk kebagian depan terus keleher bagian depan sedangkan jalan makanan masuk kebelakang dari jalan nafas dan didepan ruas tulang belakang. Makanan melewati epiglottis lateral melalui ressus piripormis masuk ke esophagus tanpa membahayakan jalan udara. Gerakan menelan mencegah masuknya makanan kejalan udara, pada waktu yg sama jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan lidah berkontrasi secara bersamaan. 

3.      Esofagus
Esofagus merupakan saluran yg menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya ±25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardisk di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar : lapisan selaput lender (mukosa), lapisan submukosa, lapisan otot melingkar sirkuler, dan lapisan otot memanjang longitudinal. Esofagus terletak di belakang dan di depan tulang punggung, setelah  masuk toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung.

4.      Lambung
 Merupakan suatu kantong yang terletak didalam rongga perut di sebelah kiri di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi 3 daerah  yaitu daerah kardia,fundus, dan pyiorus:
1.      Kardia adalah bagian atas,daeerah pintu masuk makanan dari kerongkongan.
2.      Fundus adalah bagian tengah,bentuknya membulat.
3.      Pylorus adalah bagian bawah,daerah yang berhubungan  dengan usus 12 jari.
Motilitas lambung bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengisian lambung. Jika kosong lambung memiliki volume 50 ml tetapi organ ini dapat mengembang sampai dengan 1000 ml ketika makan. Ada 2 faktor yang menjaga motilitas lambung yaitu plastilitas lambung yang mengacu pada kempuan otot polos dalam mempertahankan ketegangannya yang konstan dalam rentang waktu yang lebar. Selanjutnya adalah relaksasi reseptif yakni proses relaksasi otot polos untuk meningkatkan kemampuan lambung dalam mengakomodasi volume makanan.
Lambung mempunyai 2 otot lingkar,yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagan bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus mhanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung.
Didalam lambung,makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung berkontraksi,menyebabkan gerak peristaltik. Gerakan peristaltik dinding lambung mengakibatkan makanan dii dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung,getah lambung mengandung asam lambung serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme da mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.
Fungsi lambung :
1.       Mencerna & meneruskan makanan
2.       Pada dinding lambung terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung :
a. Selaput lendir lambung yang melapisi mukosa lambung
b. Kelenjar : Enz. Pepsin & HCl, Renin berperan pada proses
    pencernaan protein
3.       Otot Lambung : Pengosongan lambung
Kecepatannya mempengaruhi lama kerja obat di lambung Enzim pada lambung :
1.       Asam klorida ( HCl ):
- Mengasamkan makanan
- Membunuh bakteri yang masuk bersama makanan
- Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
2.       Pepsin
Mengubah protein menjadi pepton dan polipeptida
3.       Renin
Mengendapkan protein susu ( kasein ) dari air susu
4.       Lendir
Melindungi sel-sel di permukaan lambung terhadap kerusakan akibat kerja dari asam klorida.

Faktor yang mempengaruhi keasaman isi lambung :
1.       Jumlah pengeluaran asam lambung
2.       Jumlah makanan yang masuk & sifatnya
3.       Pergerakan otot (motilitas) lambung

5.      Usus Halus
Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang kurang lebih 6 meter. Lapisan usus halus:
a.       Lapisan Mukosa ( Sebelah dalam )
b.      Lapisan Otot Melingkar ( M. Sirkuler )
c.       Lapisan Otot Memanjang ( M. Longitudinal )
d.      Lapisan Serosa ( Sebelah luar )
Permukaan dalam dinding usus halus tersusun dalam lipatan-lipatan/jonjot ( villi ) yang merupakan pipa berotot yang berperan dalam pencernaan secara kimiawai dan  memperluas permukaan untuk memperbanyak penyerapan & pengeluaran lendir.
Usus halus Terbagi atas:
a.      Usus Dua Belas Jari (  Duodenum )
Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar paralel. Didalam dinding usus dua belas jari terdapat muara saluran bersama dari kantong empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit yang berguna untuk mengemulsikan lemak.
Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim amilase,tripsinogen,dan lipase. Amilase mengubah zat tepung  menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktif namun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen menjadi tripsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang brlum teruraikandapat memasuki membran sel usus melalui transport aktif
b.      Jejeneum ( Usus Kosong )
Panjang usus kosong ( yeyeum ) antara1,5 sampai 1,75 m. Di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong menghasilkan getah usus yang mengandung bermacam-macam lendir dan enzim yang dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer.
c.       Ileum ( Usus Penyerapan )
Usus penyerapan ( ileum ) panjangnya antara 0,75 sampai 3.5 m. Di dalam usus ini terjadi penyerapan sari- sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuh oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan ileum menjadi luas sehingga penyerapan sari makanan dapat berjalan baik ( absorpsi ).
Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalah karbohidrat,protein,dan lemak. Hasil akhir karbohidrat adalah glukosa,protein menjadi asam amino,dan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan. Glukosa,asam amino,vitamin,dan mineral masuk kedalam pembuluh darah kapiler yang ada dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju ke hati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air. Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya yang cukup besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil akan bergabung dengan pembuluh darah kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah bening dibawah tulang selangka.

6.      Kolon (Usus Besar)
Usus besar atau inestinum atau intestinum mayor panjangnya sekitar 15 ,5 m,lebarnya 5-6 cm. Lapisan yang ada pada usus besar adalah: selaput lendir,lapisan otot melingkar,lapisan otot memanjang,jaringan ikat. Fungsi usus besar adalah menyerap air dan sari makanan,tempat berkembang biak bakteri E. coli,tempat feses.

Merupakan Pipa berotot, diameter > usus halus yang terbagi atas :
1.      Usus buntu (sekum) dan Umbai cacing (appendiks)
Dibawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingg disebut juga umbai cacing,yang memiliki panjang sekitar 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh peritonium yang mudah bergerak meskipun tidak mempunyai masentrim dan dapat diraba melalui dinding abdnomen pada orang yang masih hidup. Bagian yang dari usus besar yang muncul seperti corong dari ujung sekum,mempunyai pintu keluar yang sempit tetapi masih memungkinkan dapat dilewati oleh beberapa isi usus. Apendiks bergantung menyilang pada linea terminalis masuk kedalam rongga pelvis minor,terletak horizontaldibelakang sekum. Sebagai suatu organ pertahanan terhadap infeksi kadang apendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya ke dalam rongga abdnomen.
2.      Kolon asendens
Panjangnya sekitar 13 cm,terletak di bawah abdomen sebelah kanan,membujur keatas dari ileum ke bawah hati. Dibawah hati melengkung ke kiri,lengkungan ini disebut fleksura hepatika, dilanjutkan sebagai kolon transversum.
3.      Kolon tranversum
Panjangnya sekitar 38 cm,membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendensyang berada dibawah abdomen,sebelah kanan terdapat fleksura hepatika dan sebelah kiri terdapat fleksura lienalis.
4.      Kolon desendens
Panjangnya sekitar 25 cm,terletak dibawah abdomen bagian kiri membujur dari atas ke bawah dan fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri,bersmbung dengan kolon sigmoid.
5.      Kolon sigmoid
Kolon sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens,terletak miring dalam rongga pelvis sebelah kiri,bentuknya menyerupai huruf S,ujung bawahnya berhubungan dengan rektum.
6.      Rektum
Rektum adalah organ terakhir dari usus besar pada beberapa jenis mamalia yang berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

7.      Anus
Dalam anatomi anus adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar - BAB), yang merupakan fungsi utama anus.

B.     Fisiologi dan Biokimia Saluran Pencernaan
1.      Proses Ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi
a.       Ingesti
adalah masuknya makanan ke dalam mulut
b.      Digesti
adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil
c.       Absorpsi
adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasidarah dan limfatik
d.      Eliminasi
proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna.
2.      Metabolisme KH, Protein, Lipid, Asam Amino
a.       Metabolisme Karbohidrat
Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam, yaitu:
1.      Monosakarida
Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana.  Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa, tetrosa, pentosa, hektosa, heptosa, oktosa dan selanjutnya. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). Contoh dari monosakarida adalah glukosa, fruktosa, galaktosa.
2.      Disakarida
Merupakan   bentuk   karbohidrat   yang   bila   terhidrolisis   menjadi   dua   monosakarida   yang   sama   ataupun berbeda. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa), laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa), sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa).
3.      Oligosakarida
Merupakan   bentuk   karbohidrat   yang   bila   dihidrolisis   menjadi   dua   sampai   sepuluh   unit   monosakarida. Contohnya adalah maltotriosa.
4.      Polisakarida
Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih  dari sepuluh molekul monosakarida. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat, tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida, terutama dalam bentuk glukosa. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama   yang   dapat   diserap   oleh   tubuh   untuk   menghasilkan   energi.   Karbohidrat   akan   dipecah   menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Setelah berubah menjadi glukosa, baru akan terjadi metabolisme  glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis,  siklus Krebs, sistem transpor sitokrom/ elektron.

Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. Dari tabel di  atas  dapat diambil garis besar, bahwa yang paling perlu  dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. Makanan merupakan energi potensial, sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas.

b.      Protein
1.      Anabolisme
Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino, dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.
a.       Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh. Ex : treonin, metionin, lisin, arginin, valin, fenialanin, leusin, triptofan, isoleusin, histidin
b.      Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Ex : alanin, asparagin, aspartat, sistein, glutamate, glutamine, glisin, prolin, serin, tirosin
Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul, yang biasanya berupa gugus amino       (-NH2). Dalam protein, asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino, dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil, keduanya bergabung membentuk molekul air. Setelah dibentuk, satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida.

2.      Katabolisme
Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan, penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati, akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase, yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen).
a.       Deaminasi
Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat, yang kemudian menjadi asam glutamate. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia   (NH3). Dalam   proses   kehilangan   gugus   amino,   asam   glutamat   sekali   lagi   menjadi   asam  α-ketoglutarat, sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang.
b.      Pembentukan urea di hati
Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum.  Pada dasarnya, semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati.  Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat, ammonia akan menumpuk dalam darah. Keadaan ini sangat toksik   terutama   terhadap     otak,   yang   sering   kali   menimbulkan   keadaan   yang   disebut   koma   hepatikum. Setelah ureum terbentuk, ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ginjal.
c.       Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi
Begitu asam amino sudah dideaminasi, pada banyak keadaan , asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan:
1)      Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat.
2)      Setelah itu zat tersebut dpecah  dan menjadi energi.
ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa, digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut   proses  glukoneogenesis),   sebagian   dikonversi  menjadi  asetil  ko-A  (2  mol  asetil koA  akan  berubah menjadi asam aseloasetat),dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis).
Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein:
a.       Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein.
b.      Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel, sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.
c.       Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan.
d.      Testoteron menambah deposit protein di jaringan.
e.       Estrogen menambah sedikit deposit protein.
f.       Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein.
Jenis protein yang terdapat dalam plasma:
a.       Albumin
Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur, putih telur), darah (albumin serum), dalam susu (laktalbumin).Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000, albumin telur 44000, dalam daging mamalia 63000.
Fungsi albumin :
1)      Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.
Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang  larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi.
2)      Membentuk   jaringan   sel   baru   sehingga   dalam   ilmu   kedokteran,   albumin   dimanfaatkan   untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah.Misalnya akibat operasi.
3)      Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah.
b.      Globulin
Meruapakan protein yang tidak larut dalam air, larut dalam euglobulins, larut dalam pseudoglobulin, serta dalam larutan garam. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi.
Ada tiga macam globulin:
1)      Alfa globulin
Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon.
2)      Beta globulin
Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah.
3)      Gamma globulin
Kelompok   protein   serum   yang   mengandung   banyak   antibody.   Dengan   kata   lain   sangat   erat   kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh.
c.       Fibrinogen
Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. Dengan demikian, terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi.


c.       Lipid
Lipid dibagi menjadi 3:
1.      Trigliserida
2.      Fosfolipid
3.      Kolesterol
Pencernaan lemak dalam usus
1.      Emulsifikasi   lemak,   memecahkan   gumpalan   lemak   menjadi   ukuran   yang   lebih   kecil   sehingga   enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak
2.      Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) à menurunkan tegangan antar permukaan lemak. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total)
Lemak + (empedu + pengadukan ) à lemak terelmusi
Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) à Asam lemak dan 2-monogliserida
Fungsi Lemak
1.      Sebagai sumber energi sekunder
2.      Melarutkan vitamin A,D,E, dan K
3.      Melindungi alat-alat vital pada tubuh
4.      Memperbaiki rasa makanan (gurih)
Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose, terutama pada subcutaneous layer.

d.      Asam Amino
Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

 amino dasar (standar)
Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.
Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian protein), dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya:

Asam amino alifatik sederhana

1.       Glisina (Gly, G)
2.       Alanina (Ala, A)
3.       Valina (Val, V)
4.       Leusina (Leu, L)
5.       Isoleusina (Ile, I)

Asam amino hidroksi-alifatik

1.       Serina (Ser, S)
2.       Treonina (Thr, T)

Asam amino dikarboksilat (asam)

1.       Asam aspartat (Asp, D)
2.       Asam glutamat (Glu, E)

Amida

1.       Asparagina (Asn, N)
2.       Glutamina (Gln, Q)

 Asam amino basa

1.       Lisina (Lys, K)
2.       Arginina (Arg, R)
3.       Histidina (His, H) (memiliki gugus siklik)

Asam amino dengan sulfur

1.       Sisteina (Cys, C)
2.       Metionina (Met, M)

Prolin

1.       Prolina (Pro, P) (memiliki gugus siklik)

Asam amino aromatik

1.       Fenilalanina (Phe, F)
2.       Tirosina (Tyr, Y)
3.       Triptofan (Trp, W)
Kelompok ini memiliki cincin benzena dan menjadi bahan baku metabolit sekunder aromatik.

Fungsi biologi asam amino

1.      Penyusun protein, termasuk enzim.
2.      Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon dan asam nukleat).
3.      Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).


Asam amino esensial
Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan). Istilah "asam amino esensial" berlaku hanya bagi organisme heterotrof.
Bagi manusia, ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yang harus dipenuhi dari diet sehari-hari, yaitu isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, triptofan, dan valina. Histidina dan arginina disebut sebagai "setengah esensial" karena tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhi kebutuhannya. Asam amino karnitina juga bersifat "setengah esensial" dan sering diberikan untuk kepentingan pengobatan.

e.       Enzim
Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening (limfe) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan.
Secara umum enzim memiliki sifat : bekerja pada substrat tertentu, memerlukan suhu tertentu dan keasaman (pH) tertentu pula. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain. Molekul enzim juga akan rusak oleh suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Demikian pula enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Macam-macam enzim pencernaan yaitu :
1.      Enzim ptialin
Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa.
2.      Enzim amilase
Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (parotis) di mulut dan kelenjar pankreas.
Amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa.
3.      Enzim maltase
Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah molekul maltosa menjadi molekul glukosa. Glukosa merupakan sakarida sederhana (monosakarida). Molekul glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan.
4.      Enzim pepsin
Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen. Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin.
Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton. Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah.
5.      Enzim tripsin
Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari   (duodenum).
Asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding molekul pepton. Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel.
6.      Enzim renin
Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.
7.      Asam khlorida (HCl)
Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit maag
8.      Cairan empedu
Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. Empedu mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah (erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu emulsi. Lemak yang sudah berwujud emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana lagi.
9.      Enzim lipase
Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit.
Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. Enzim lipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih kecil. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam air, maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening (limfe)

f.       Motilitas
Motilitas adalah kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan, otot polos di dinding saluran pencernaan secara terus menerus berkontraksi dengan kekuatan rendah yang disebut dengan tonus. Tonus ini sangat penting untuk mempertahankan agar tekanan pada isi saluran pencernaan tetap dan untuk mencegah dinding saluran pencernaan melebar secara permanen setelah mengalami distensi.
Dalam proses motilitas terjadi dua gerakan yaitu gerakan propulsive dan gerakan mencampur. Gerakan propulsive yaitu gerakan mendorong atau memajukan isi saluran pencernaan sehingga berpindah tempat ke segmen berikutnya, dimana gerakan ini pada setiap segmen akan berbeda tingkat kecepatannya sesuai dengan fungsi dari regio saluran pencernaan, contohnya gerakan propulsive yang mendorong makanan melalui esofagus berlangsung cepat karena struktur ini hanya berfungsi sebagai tempat lewat makanan dari mulut ke lambung tapi sebaliknya di usus halus tempat utama berlangsungnya pencernaan dan penyerapan makanan bergerak sangat lambat sehingga tersedia waktu untuk proses penguraian dan penyerapan makanan. Gerakan kedua adalah gerakan mencampur, gerakan ini mempunyai dua fungsi yaitu mencampur makanan dengan getah pencernaan dan mempermudah penyerapan pada usus.
Yang berperan dalam kedua gerakan ini salah satunya yaitu muskularis eksterna suatu lapisan otot polos utama di saluran pencernaan yang mengelilingi submukosa. Di sebagian besar saluran pencernaan lapisan ini terdiri dari dua bagian yaitu lapisan sirkuler dalam dan lapisan longitudinal luar. Serat-serat lapisan otot polos bagian dalam berjalan sirkuler mengelilingi saluran, kontraksi serat-serat sirkuler ini menyebabkan kontriksi, sedangkan kontraksi serat-serat di lapisan luar yang berjalan secara longitudinal menyebabkan saluran memendek, aktivitas kontraktil lapisan otot polos ini menghasilkan gerakan propulsive dan mencampur.




DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C. 1990. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta:EGC

Moore, Keith L. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta:Hipokrates.

Muttaqin, Arif dan Sari, Kumala. 2011. Gangguan Gastrointestinal : Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:Salemba medika.

Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan fisiologi untuk Pemula. Jakarta:EGC

Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta:EGC.

Syaifuddin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Syaifuddin. 2010. Atlas Berwarna Tiga Bahasa Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta:Salemba Medika