10 April 2012

Laporan Reflektif Transkultural Nursing I


Dalam mata kuliah transkultural nursing dibahas beberapa konsep yaitu konsep budaya, pengaruh budaya dalam kesehatan untuk membantu dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada individu maupun kelompok berdasarkan latar belakang budaya yang berbeda dalam melaksanakan peran fungsi perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan yang komprehensif
Selama perkuliahan ini, terdapat 5 x pertemuan di ruangan dan sisanya yaitu kegiatan di luar ruangan dalam proses mengenal budaya-budaya yang berbeda yang mungkin ada di sekitar kita. Dari 5 x pertemuan di ruangan tersebut dapat saya laporkan.
Kebudayaan adalah suatu keyakinan yang kompleks yang mengandung pengetahuan, keyakinan, seni moral, hukum kebiasaan, dan kecakapan lain yang merupakan kebiasaan manusia sebagai anggota komunitas setempat. Kebudayaan dibagi menjadi 2 yaitu kebudayaan jasmani atau materiil dan kebudayaan rohaniah atau batiniah. Kebudayaan jasmaniah diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitar yang berupa hasil karya, hasil cipta dan rasa masyarakat. Kebudayaan batiniah hanya berupa rasa dan cipta. Secara garis besar budaya bersifat stabil tetapi juga dinamis karena budaya diturunkan kepada generasi berikut sehingga mengalami perubahan. Budaya ditentukan oleh kehidupan manusian sendiri tanpa di sadari.
Berdasarkan klasifikasinya budaya, budaya dibedakan menjadi dua yaitu budaya materiil dan budaya non materiil. Budaya materiil yaitu berupa objek seperti pakaian, seni, benda kepercayaan, makanan dan lain-lain. Budaya non materiil yaitu kepercaan seseorang tentang budayanya itu sendiri.
Di dalam keperawatan, budaya sangatlah penting yaitu selain kita mengenal social lingkungan juga kita bisa mengembangkan sains dan pohon keilmuan yang humanis sehingga tercipta praktik keperawatan pada kultur yang spesifik dan universal. Kultur yang spesifik adalah kultur dengan nilai-nilai dan norma spesifik yang tidak dimiliki oleh kelompok lain. Kultur spesifik dapat diambil contoh yaitu bahasa suku dayak di Kalimantan dengan bahasa suku asmat di irian, tata cara bahasanya berbeda-beda. Kultur yang universal adalah nilai atau norma yang diyakini dan dilakukan hamper semua kultur. contohnya yaitu budaya minum the untuk membuat tubuh segar, budaya berolahraga agar dapat sehat dan cantik.
Budaya juga memiliki fungsi bagi kehidupan manusia. Fungsi tersebut yaitu budaya mengatur hubungan antar manusia, melindungi diri terhadap alam, dan sebagai wadah segenap perasaan manusia.
Berikut adalah perbedaan-perbedaan budaya berdasarkan makanan yaitu daun kelor muda di jakarka umumnya untuk memandikan mayat tetapi di tempat lain digunakan menjadi sayur.  Budaya makan suku padang yang banyak mengkonsumsi lemak akan beresiko penyakit pembuluh darah dan saluran pencernaan, suku sunda yang sedikit konsumsi lemak dan banyak sayuran beresiko defisiensi vitamin A.
Budaya yang ada di Indonesia sudah mengarah ke kesehatan yang sering dikenal dengan sebutan budaya kesehatan yaitu budaya memeriksakan kesehatan anggota keluarga sebelum tampak, tercermin dan banyaknya klien yang dirawat dalam keadaan kronis atau komplikasi. Budaya memeriksakan kesehatan sehingga tindakan prebentif dan promotif belum di dukung oleh instansi layanan kesehatan seperti foging sebelum ada yang kena DHF. Sedangkan budaya hidup sehat belum membudaya.
Membahas tentang budaya pastinya kita mengacu pada perbedaan-perbedaan budaya di setiap daerah, di setiap suku. Jangankan di Indonesia, di Bali pun tak lekat dari berbedaan. Perbedaan cera umumnya yaitu dari segi upacara perkawinan, kelahiran, kematian, kehamilan dan symbol-simbol yang digunakan setiap daerah berbeda-beda.
Agama, perilaku kesehatan, kepercayaan, nilai, bahasa, kesenian, sikap, kebiasaan, adat istiadat atau simbul, makanan juga memerupakan perbedaan kebudayaan.
Unsur-unsur budaya yang harus di pelajari oleh tenaga kesehatan yaitu sistem religi, sistem dan organisasi masyarakat, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, teknologi dan peralatan karena setiap orang atau masyarakat akan memiliki persepsi yang berbeda-beda sesuai kebudaannya mereka, di sini kita harus bisa beradaptasi kesuai kebuyaan-kebudayaan tersebut.
Konsep mempelajarai kebudaan yaitu Hindari sikap ethnocentrism (memberi penilaian tertentu kepada kebudayaan yang dipelajar), Tidak menyadari kebudayaan lain, kecuali memasuki masyarakat tersebut, Variasi kemudahan perubahan yang berbeda pada tiap unsur kebudayaan
Bentuk perubahan social budaya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu perubahan terjadi secara lambat atau cepat, budaya yang pengaruhnya kecil atau besar, perubahan budaya yang direncanakan atau tidak direncanakan.
Perilaku kesehatan dalam masyarakat yang membudaya yaitu cuci tangan, perawatan bayi baru lahir, perawatan bayi yang demam, merokok, diet, polusi, penyakit infeksi, road safety, sumber dan penggunaan air bersih. Perilaku kesehatan yang membudaya tersebut memiliki pengaruh negative dan positif. Peran kita sebagai perawat disini yaitu melakukan penyuluhan atau health education kepada masyarakat yang belum mengerti atau yang belum tahu tentang perilaku kesehatan.
Budaya menurut Leininger pada tahun 1991 yaitu nilai, kepercayaan, norma dan praktek dari sekelomok orang memului proses belajar atau sharing yang menuntun sekelompok orang tersebut untuk berfikir, mengambil keputusan dan bertindak melalui suatu pola tertentu.
Budaya sebagai pandangan hidup berupa materi, idea, attitude, nilai-nilai dan perilaku. Budaya digunakan menilai yang tampak seperti pakaian, rambut perhiasan dan budaya yang digunakan untuk menilai yang tidak tampak seperti nilai-nilai dan cara pandang seseorang.
Sifat kebudayaan yaitu dipelajari dari lahir melalui proses lewat bahasa dan sosialisasi, dibagi dan diyakini oleh seluruh anggota dari kelompoknya, senantiasa dapat diadaptasikan dalam situasi khusus dan faktor teknis dan keberadaan dan sumber daya yang ada,  bersifat dinamis, bersifat intgratif, bersifat simbolik dan komparatif.
Menurut Giger 7 Davidhizar, 1995 komponen budaya berupa komunikasi yaitu interaksi antar kelompok, space yaitu hubungan yang dirasa nyaman, time yaitu  kapan dan berapa lama waktu yang tepat, environment control yaitu hubungan manusia dengan lingkungan, biological variation yaitu karakteristik fisik, social organization yaitu etnis, akulturasi, batasan kelompok.
Budaya berdampak atau mempengaruhi kesehatan, pengertian sehat sakit di setiap budaya berbeda-beda, penyebab dari penyakit yang berupa (biomedical yaitu disebabkan oleh virus, naturalistic yaitu disebabkan oleh lingkungan atau iklim, dan magico religious yaitu disebabkan oleh mejik), proses atau cara penyembuhan, dan folk healer yaitu penyembuhan-penyembuhan tradisional.
Budaya juga tidak luput dari prasangka positif dan negative yang sering dikenal dengan nama stereotype yaitu pendapat mengenai orang-orang dari kelompok tertentu. Stereotype biasanya adalah pandangan umum, kesan yg buruk atau  jelek atau konotasinya negatif'.
Setelah mempelajari transkultural nursing, maanfaat yang diberikan pada keperawatan sangat membantu dalam proses adaptasi tanpa menyinggung perasaan klien. Karena setelah kita mengetahui kebudaan masing-masing, kebudayaan tersebut menjadi tolak ukur apakah kebudayaan tersebut baik atau layak digunakan atau harus dilepaskan atau dihapus.