Wednesday, August 28, 2013

One Simlpe t-test dan Paired Sample t-test



A.    UJI BEDA
Penggunaan uji t adalah untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara dua kelompok, sedangkan penggunaan t test independent adalah digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, dimana antara satu kelompok dengan kelompok lainnya tidak saling berhubungan.
Penggunaan uji t test yang termasuk dalam uji parametric, sehingga menganut pada asumsi-asumsi data berdistribusi normal, sebaran data homogeny dan sampel diambil secara acak. Penggunaan uji t test independent, sering digunakan dalam pengujian rancangan eksperimen, yang bertujuan untuk membandingkan nilai rata-rata dari dua perlakuan yang ada. Data yang digunakan dal pengujian t test adalah data interval maupun data rasio.
Uji test untuk kedua sampel yang tidak berhubungan. Penggunaan uji t adalah untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara dua kelompok, sedangkan penggunaan  t test independent adalah digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, dimana antara satu kelompok dengan kelompok lainnya tidak saling berhubungan. Penggunaan uji t test yang termasuk dalam uji parametric, sehingga menganut pada asumsi-asumsi data berdistribusi normal, sebaran data homogeny dan sampel diambil secara acak.
Uji t test termasuk dalam uji statistik parametric yaitu uji yang menggunakan asumsi asumsi data berdistribusi normal, dengan varians homogen dan diambil dari sampel yang acak, digunakan uji t test apabila untuk membandingkan rata- rata dari dua kelompok. Sedangkan menggunakan paired t test, apabila data yang di kumpulkan dari dua sample yang saling berhubungan, artinya bahwa satu sample akan mempunyai dua data. Rancangan ini paling umum dikenal dengan rancangan pre- post, Artinya membandingkan rata-rata nilai pre- test dan rata-rata post test dari satu sample. Sebuah penelitian ingin mengetahui efek oral contraceptives (OC) terhadap kenaikan tekanan darah sistolik (sbp = systolic blood pressure). Penelitian mengambil 10 sampel wanita yang berumur 16-49 tahun.

1.      ONE SIMPLE T-TEST
One sampel t-test adalah prosedur statistik yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara sampel dan nilai diketahui dari mean populasi. Dalam satu sampel t-test, kita tahu populasi berarti. Kami mengambil sampel acak dari populasi dan kemudian membandingkan mean sampel dengan mean populasi dan membuat keputusan statistik, apakah atau tidak mean sampel berbeda dari populasi. Kita dapat menggunakan analisis ini, misalnya, ketika kita mengambil sampel dari kota dan kita tahu rata-rata negara (mean populasi). Jika kita ingin tahu apakah kota rata-rata berbeda dari negara berarti dalam beberapa, kita akan menggunakan sampel satu t-test. Asumsi :
8  Variabel dependen harus terdistribusi normal.
8  Sampel diambil dari populasi harus random.
8  Kasus sampel harus independen.
Kita harus tahu mean populasi.
1)      Prosedur Null hipotesis : mengasumsikan bahwa ada perbedaan signifikan antara populasi tidak berarti dan sampel mean.
2)      Alternatif hipotesis : mengasumsikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara mean populasi dan sampel mean. Hitung deviasi standar untuk sampel dengan menggunakan rumus ini dimana : S = deviasi standar Contoh berarti n = jumlah pengamatan dalam sampel
3)      Calculate nilai dari sampel satu t-test, dengan menggunakan rumus ini dimana:
t = one sample t-test
Populasi berarti
4)      Hitung derajat kebebasan dengan menggunakan rumus ini : V = n 1 dimana V = derajat kebebasan.
5)      Pengujian Hipotesis : Dalam hipotesis statistik keputusan dibuat untuk memutuskan apakah atau tidak mean populasi dan mean yang sama berbeda. Dalam pengujian hipotesis, kita akan membandingkan nilai yang dihitung dengan nilai tabel. Jika nilai yang dihitung lebih besar dari nilai tabel, maka kita akan menolak hipotesis nol, dan menerima hipotesis alternatif.


2.      PAIRED SAMPLE T-TEST (Uji Beda Rata-Rata Untuk Sampel Yang Berhubungan)
Uji t test termasuk dalam uji statistik parametric yaitu uji yang menggunakan asumsi asumsi data berdistribusi normal, dengan varians homogen dan diambil dari sampel yang acak. digunakan uji t test apabila untuk membandingkan rata- rata dari dua kelompok. Sedangkan menggunakan paired t test, apabila data yang di kumpulkan dari dua sample yang saling berhubungan, artinya bahwa satu sample akan mempunyai dua data. Rancangan ini paling umum dikenal dengan rancangan pre- post, Artinya membandingkan rata-rata nilai pre- test dan rata-rata post test dari satu sample.
Penggunaan paired t test adalah untuk menguji efektifitas suatu perlakuan terhadap suatu besaran variabel yang ingin di tentukan, misalnya untuk mengetahui efektifitas metode penyulihan terhadap peningkatan pengetahuan dari responden. Metode ini menggambarkan bahwa responden akan di ukur test pengetahuannya sebelum penyuluhan (nilai pre-test ) dan di ukur test pengetahuannya setelah penyuluhan (nilai post test ) selanjutnya nilai masing- masing responden di bandingkan antara sebelum penyuhan (pre-test ) dengan setelah penyuluhan (post-test ).
Rumus umum paired t test adalah : t=  dari rumusan.
Tersebut dapat juga dibuat rumusan  .
Dimana d adalah selisih/beda antara nilai pre dengan post. d adalah rata-rata dari beda antara nilai pre dengan post, .Sd adalah simpangan baku dari d. n adalah banyaknya sampel, sedangkan harga dari simpangan baku d (sd) adalah
Selanjutnya hasil t hitung dibandingkan dengan t table, table t yang digunakan dengan derajat bebas (df=db=dk) = n – 1, apabila t hitung > t table, maka Ho ditolak, dan menerima Ha. Artinya ada beda secara signifikan antara rata-rata pre dan post.

Sebagai contoh dalam perhitungan manual adalah :
Sebuah penelitian ingin mengetahui efek oral contraceptives (OC) terhadap kenaikan tekanan darah sistolik (sbp = systolic blood pressure). Penelitian mengambil 10 sampel wanita yang berumur 16-49 tahun.
Ho yang ditetapkan adalah Ho : , artinya tidak ada beda rata-rata tekanan darah sistolik antara sebelum mengkonsumsi kontrasepsi oral dan setelah kontrasepsi oral, atau dengan kata lain kontrasepsi oral tidak efektif untuk menaikkan tekanan darah sistolik.
Setelah dilakukan penelitian, diperoleh data sebagai berikut :
Responden
(sbp sebelum menggunakan OC)
(sbp setelah menggunakan OC)
Selisih
(d1 = Xi1 – Xi2)
1
115
128
-13
2
112
115
-3
3
107
106
1
4
119
128
-9
5
115
122
-7
6
138
145
-7
7
126
132
-6
8
105
109
-4
9
104
102
2
10
115
117
-2

Dari hasil tersebut diatas maka dapat diketahui :
n = 10
      d = , maka                                      
                                                                                   
      d =
      maka dapat dicari  
                                        =
      Maka besarnya t adalah : t = , maka t = -3,32

Harga t hitung 3,32 dibandingkan dengan t table dengan df = n-1=10-1=9, sehingga t(9,0,95)= 1,8333, sehingga 3,32 > 1,83 (t hitung > t tabel), dengan demikian Ho ditolak, artinya ada beda secara signifikan tekanan darah sistolik antara sebelum diberi OC. Atau dengan kata lain pemberian OC efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik, tanda dari t adalah negative (-) menunjukkan harga pre lebih kecil dibandingkan dengan harga post






DAFTAR PUSTAKA

Budiarto Eko, SKM. 2001. Biostatistika Untuk Kedokteran Dan Kesehtan Masyarakat.
Jakarta : EGC
Brockopp, Dorothy Young. 1999. Dasar-dasar Riset Keperawatan. Jakarta : EGC
Sukawana. I Wyn. 2008. Statistik Untuk Perawat. Jurusan Keperawatan Poltekes Denpasar
Riwidikdo handoko. 2009. Statistik Kesehatan. Jogjakarta : Mitra Cendikia Press

1 comment:

Silakan tinggalkan komentar...
komentar anda akan jadi inspirasi bagi saya.

ingat diisi namanya ya, terimakasih :)